Membangun Basis Ekonomi sebagai stabilitas politik

By | May 13, 2021

Setiap orang yang terjun ke dunia politik tentu berangkat berasal dari tujuan-tujuan yang mulia. Kita kerap lihat tersedia praktisi ekonomi, pendidikan, dan tersedia termasuk yang telah dikenal sebagai tokoh agama kerap kali menemukan pemikiran tentang pilihannya yang terjun ke dunia politik berangkat berasal dari perenungan panjang.

Begitu termasuk tiap-tiap orang yang inginkan jadi calon bagian legislatif, hampir semua berangkat berasal dari cita-cita perubahan. Dari yang pensiunan sampai caleg milenial tentu visi-nya adalah visi perubahan. Keinginan besar untuk jadi caleg berangkat berasal dari kerisauannya lihat bahwa di sudut daerahnya masih banyak suara-suara yang tidak terdengar sampai ke gedung parlemen supaya ketimpangan pembangunan tersedia dimana-mana. Itu yang biasanya mendorong mereka untuk mulai ikut bersosialisasi diri di sedang masyarakat. Melakukan investasi sosial.

Dari yang bujang sampai yang telah punya cucu, berasal dari yang baru lulus sarjana sampai yang pensiunan kepala dinas, yang kaya raya sampai yang miskin, semua memberanikan diri untuk menentukan bertarung  dipemilihan legislative. Kalau dalam teori probabilitas; 480 orang caleg berasal dari 16 partai bersama komposisi caleg tiap-tiap partai berjumlah 30 orang maka tiap-tiap berasal dari mereka punya peluang 0,06 persen. Ada 480 orang caleg memperebutkan peluang menang tidak cukup berasal dari 1 persen. Ini adalah pilihan yang luar biasa, pilihan yang berani.

Pilihan jadi caleg itu tidak berdiri sendiri, tentu konsekwensi-nya adalah wajib dikenal, dan jadi orang yang dikenal itu tidak organik, tentu perlu biaya. Terutama untuk terhubung jalan meraih titik basis. Caleg dituntut punya hitung-hitungan yang cermat, namun tiap-tiap yang ditunaikan menghendaki dapat dikapitalisasi jadi suara.

Kita dapat hitung secara sederhana. Dengan tujuan nada safe untuk meraih satu kursi di dapil, diturunkan dalam kebutuhan pembiayaan untuk tiap-tiap orang sampai bersama hari H. Kira-kira sebanyak itu dana yang disiapkan.

Jangan dibayangkan bahwa tiap-tiap hari para caleg wajib memberi sejumlah uang supaya komitmennya dapat dipegang, namun untuk mempersiapkan gula dan kopi saja diperlukan rencana pendanaan yang memadai. Alih-alih meraih kepastian bantuan di TPS belum masuk Daftar Calon Tetap saja telah dihantui bayangan cibiran berasal dari calon pemilih,”Mau jadi bagian dewan, mempersiapkan satu gelas kopi saja tidak mampu,” atau, “Beli rokok satu bungkus saja masih hitung-hitung.” Dilematis, melayani mereka belum tentu memilih, tidak dilayani telah tersedia sederet barangkali berita miring yang akan tersebar ke semua calon pemilih yang lain.

Akhirnya, dana pemenangan lebih kerap membengkak, jika budget yang di sajikan menipis, terpaksa melacak sumber dana lain yang dapat diutangkan. Karena telah basah, basah sekalian. Sudah maju pantang mundur. Semoga Allah menunjang memenangkan. Muncul pernyataan untuk membangun sugesti positif, menegaskan diri, bahan percakapan bersama tim sukses yang jadi hari jadi menyisakan banyak piring dan gelas kotor. Akhir cerita, yang menang menyisakan utang, yang kalah menahan derita. Semakin akut penderitaannya kala memahami bahwa capaian nada lebih kecil berasal dari jumlah yang mengaku tim dan pendukung sejak deklarasi setahun sebelum pileg sampai rekapitulasi nada di TPS.

Dua potensi ini terintegrasi utuh sebagai modal besar dalam menggapai kemenagan politik. Seseorang yang dalam dirinya tertanam kuat keinginan untuk jadi wakil rakyat maka sejak dini yang pertama kali wajib ditunaikan adalah mempersiapkan dan menguatkan basis ekonomi. Memeras keringat untuk membangun potensi ekonomi yang kuat; tingkatkan kapasitas diri, merintis bisnis, membangun jaringan, dan mengelola keuangan yang tersedia sebagai fondasi ekonomi keluarga dan modal untuk menggapai kemenangan politik.

Sembari menguatkan ekonomi, dapat termasuk menguatkan basis sosial. Bahkan untuk mengukur progres wajib dibuatkan peta yang dapat merekam tiap-tiap titik kunjungan. Dapat menunjang untuk menyebabkan base knowledge by name by address yang sangat berfungsi untuk digunakan sebagai sasaran program layanan dan pemberdayaan untuk menggapai kemenangan politik.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.