Tips Tenangkan Bayi yang Menangis

By | June 8, 2021

100 hari pertama kehidupan bayi adalah saat-saat yang mendebarkan dan melelahkan bagi orangtua, apalagi jika bayi itu adalah anak pertama.

Seringkali orangtua baru bingung tentang apa yang diinginkan si kecil ketika sedang menangis.

Orangtua juga menjadi sulit menidurkan bayi karena tangisan yang tak kunjung mereda.

Padahal, setiap bayi memiliki kepribadiannya sendiri.

Bayi umumnya menangis untuk berkomunikasi, karena mereka tidak punya cara lain untuk memberi tahu apa yang mereka butuhkan.

Kebanyakan orangtua bahkan kerap panik ketika bayi menangis tanpa henti, dan lalu mengira ada sesuatu yang sangat tidak beres dari babyhuki.co.id.

Nah, untuk para orangtua baru, mungkin bisa mencoba tiga tips berikut saat akan menenangkan si kecil.

1. Tanggapi tangisan bayi dengan cepat dan alihkan perhatiannya

Pakar bayi Steven Shelov dalam buku Caring for Your Baby and Young Child: Birth to Age 5, membahas tentang hal ini.

“Dalam beberapa bulan setelah bayi lahir, cara terbaik untuk mengatasi tangisan mereka adalah dengan merespons dengan cepat.”

Hal ini mungkin bertentangan dengan mitos yang beredar yang menyebutkan anak akan manja bila orangtua langsung merespon tangisan.

amun, mitos ini rupanya tidaklah benar. Jadi, sebaiknya segera tanggapi setiap kali bayi saat menangis.

Bagaimana caranya?

Dekati bayi yang menangis segera, peluk dia dan dekap dengan lembut, ayun-ayun si kecil dengan perlahan sambil berjalan keliling kamar atau rumah untuk mengalihkan perhatiannya.

Cobalah ajak si kecil berbicara sambil menunjukkan padanya hal-hal yang menyenangkan dan menarik perhatian.

Ini akan meredakan suasana hatinya dan dia akan segera berhenti menangis.

2. Biarkan bayimu sendiri untuk sementara

Terkadang ada baiknya membiarkan bayi menangis sebentar. Bagaimana pun, menangis memiliki banyak fungsi bagi balita.

Steven Shelov menyebut, “menangis membantu bayi melepaskan diri dari visual yang kuat, suara yang tidak menyenangkan, dan rangsangan sensorik lainnya.”

“Menangis juga membantu mereka melepaskan stres,” kata Shelov.

Jadi, lain kali saat balita menolak untuk berhenti menangis, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah meninggalkan ruangan untuk mencari udara segar.

Hal ini juga memberi kesempatan bagi orangtua untuk tenang, sehingga terhindar dari stres dan kecemasan.

Stres dan kecemasan bisa meningkat akan berpengaruh pada bayi dan menyebabkan amarah semakin menjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *