Cara Hidup Bahagia Menurut Islam

By | May 6, 2021

Hidup ini sulit, dan akan selalu begitu. Masalah datang silih berganti. Tapi semua tergantung dihadapi dengan bahagia atau keluh kesah. Inilah yang ingin kita baca sama-sama, bagaimana cara agar hidup bahagia menurut Islam dari Casualogue.id.

1. Jangan lihat ke atas

Yang pertama kalau mau bahagia, tidak boleh melihat orang yang berada di atas kita, nikmatnya. Contoh: Anda hanya punya sepeda untuk transportasi sehari-hari. Anda tidak boleh memandang orang yang sudah punya motor dan mobil.

Kalau ada Lamborghini parkir depan sekolah, kita gak perlu tahu siapa yang keluar dari dalamnya.

Kalau ada tetangga punya Kawasaki Ninja, kita jangan kepo dari mana dia dapat. Kalau mau tanya harga boleh, dengan syarat;

ada keinginan untuk membelinya dalam waktu dekat, dan
sudah ada dananya.

Nabi Muhammad bersabda:

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ

Lihatlah orang yang ada di bawahmu dan jangan melihat orang yang ada di atasmu, sebab itu lebih baik agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah. (Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah)

Melihat orang yang di atas kita hanya akan membuat leher pegal, dengki, iri, kufur nikmat dan yang terburuk adalah menyalahkan takdir Allah

Solusinya, lihat ke bawah aja.

Kita cuma punya sepeda, orang lain gak punya kendaraan apa-apa. Orang lain, kakinya bermasalah sebelah. Orang lain gak bisa berjalan.

Bertemanlah dengan mereka. Engkau akan bersyukur karena punya kaki dan sepeda untuk digowes. Jangan terlalu sering bergaul dengan orang yang lebih kaya. Lagi pula, kebanyakan orang kaya adalah penghuni neraka. 😀
2. Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain

Tips bahagia yang kedua, jangan samakan atau bedakan diri kita dengan siapapun. Biarkah segalanya berjalan natural. Kita bukanlah mereka, mereka bukan kita.

Perbedaan adalah Sunnatullah

Yang jadi masalah kan, kita suka membanding-bandingkan. “Dia makan nasi, sama kayak saya, tapi kok gantengnya beda?”

“Heran … dulu kita sekelas bareng, tapi kamu bisa punya jabatan lebih dulu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *