Cara Mengatasi Batuk pada Anak yang Alami

By | April 19, 2021

Batuk pada anak memang harus cepat diatasi. Karenanya Moms perlu tahu cara mengatasi batuk pada anak yang alami. Sebagai orang dewasa, kita tentu merasa tak nyaman ketika penyakit ini menyerang karena bisa memengaruhi aktivitas harian. Hal yang sama pun dirasakan oleh Si Kecil dan PCR Test.

Tak hanya bagi orang dewasa saja, batuk merupakan salah satu penyakit yang sangat mengganggu bagi Si Kecil. Moms tentunya tak tega saat melihat aktivitas Si Kecil terganggu, terlebih saat sedang tidur dan terbangun karena batuknya.

Jenis batuk pun bermacam-macam dari mulai batuk kering, berdahak, disertai pilek hingga batuk disertai muntah. Untuk mengobatinya, terkadang obat batuk anak yang dijual di pasaran menjadi pilihan orang tua. Lalu sebenarnya, bagaimana cara mengatasi batuk pada anak yang benar?
Mengenal Batuk pada Anak

Sebelum mengetahui cara mengatasi batuk pada anak, Moms perlu tahu jenis batuk. Mengenai batuk pada anak, dr. Rosary, Sp.A, Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah – Pondok Indah pun memberikan penjelasan yang lebih mendalam mengenai hal ini.

Batuk adalah refleks dari saluran napas sebagai upaya pertahanan tubuh ketika ada zat asing yang masuk (misalnya debu dan asap) ke dalam saluran napas.

Apabila tidak ada refleks tersebut, zat asing akan menumpuk dan dapat menimbulkan penyakit. Batuk juga dapat timbul apabila ada kondisi yang menyebabkan peradangan di sel pernapasan seperti infeksi saluran napas, asma, dan lain- lain.

Saluran napas kita pada keadaan normal memproduksi lendir dalam jumlah yang cukup. Lendir ini berfungsi untuk menangkap benda asing berukuran sangat kecil yang masuk ke saluran napas.

Apabila jumlahnya sudah cukup banyak, kombinasi benda asing dan lendir ini akan merangsang reseptor batuk, membangkitkan mekanisme batuk, lalu mendorong benda asing itu keluar. Benda asing yang berukuran besar (misalnya makanan dan minuman) yang keliru masuk ke saluran napas juga akan membangkitkan mekanisme batuk. Jadi batuk berperan sebagai pelindung dan penjaga saluran napas kita.

Saluran napas dapat terpapar dengan berbagai hal dari luar yang dapat mengganggunya. Kuman dapat menyebabkan penyakit infeksi di saluran napas. Alergen dapat mencetuskan penyakit alergi di saluran napas.

Bahkan asap rokok saja dapat mengganggu fungsi saluran napas. Gangguan ini akan merangsang reseptor batuk. Jadi batuk adalah gejala adanya gangguan atau penyakit di saluran napas.

Pada dasarnya batuk timbul untuk membantu kita membersihkan saluran napas dari segala macam benda yang berbahaya. Apabila batuk timbul, maka kita berusaha memfasilitasi batuk, antara lain dengan banyak minum air hangat.

Apabila batuk tidak mengalami perbaikan, sebaiknya diperiksakan ke dokter. Dokter akan mengidentifikasi gangguan atau penyakit dasar penyebab batuk. Jadi yang diatasi adalah penyebab dari batuk tersebut, bukan hanya menghilangkan gejala batuknya, ya.
Jenis Batuk pada Anak

Batuk dapat diklasifikasikan berdasarkan durasi dan karakteristik. Berdasarkan durasi batuk, terbagi menjadi batuk akut yang apabila berlangsung kurang dari 2 minggu, dan batuk kronik apabila terjadi lebih dari 2 minggu.

Selain itu, ada pula istilah batuk kronik berulang yaitu batuk yang berlangsung selama 2 minggu dan/atau batuk yang berulang sedikitnya 3 episode dalam 3 bulan berturut-turut dengan/tanpa gejala lain.

Berdasarkan karakteristiknya, batuk dapat diklasifikasikan menjadi batuk kering (akibat iritasi saluran napas, biasanya merupakan awal penyakit saluran napas), batuk berdahak (akibat gangguan bersihan mukosilier/lendir, biasanya merupakan lanjutan dari perjalanan penyakit), dan batuk parorksismal (biasanya berbentuk batuk yang panjang).

Apabila terdapat tanda bahaya seperti napas cepat, sesak napas, biru di bibir/kuku, dan batuk panjang seperti bunyi menggonggong maka anak harus segera dibawa ke dokter ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *