Uncategorized

Tiga Bunga Bangkai Muncul Di Satu Lahan

ati – Karmui (60) warga Dukuh Pelem Keong, Desa Bageng, Gembong, Pati, Jawa Tengah, menemukan tiga bunga bangkai di satu lahan sekaligus. Fenomena ini mengundang perhatian warga dan memunculkan mitos bahwa demam isu kemaru sudah akan berakhir.

Luas lahan belakang rumah milik Karmui sekitar 1 hektare. Memasuki lahan tersebut, sekilas tidak tercium anyir yang tak sedap. Namun ketika mendekati bunga bangkai di lahan itu, baunya mulai terasa. Ada tiga bunga yang jaraknya dari satu bunga ke bunga bangkai lainnya sekitar dua meter.

Beberapa tetangganya ingin tau dan melihat bunga tersebut. Mereka ingin tau dengan bentuk dan femonema bunga yang tak sembarang tumbuh di pemukiman warga. Terlebih, kemunculan bunga bangkai di desa setempat terakhir tumbuh 2014 kemudian di rumah Sabiri, warga lainnya di Desa Bangeng.

Karmui mengatakan, bunga bangkai itu muncul bersamaan dalam empat hari terakhir. Ketiganya sekarang mulai mekar. Ia mengetahuinya ketika hendak menyirami tanaman jeruknya di lahan belakang rumah. Mulanya bunga itu masih kecil, sekarang tingginya sudah mencapai 25 sentimeter.

“Empat hari kemudian waktu pagi-pagi aku mau menyiram tanaman jeruk pamelo belakang rumah, mencium anyir tak sedap. Setelah aku cari-cari, ternyata udah tumbuh tiga bunga bangkai. Kini bunganya sudah bermekaran. Bunga tersebut tumbuh di tengah lahan yang araknya dua meter,” tuturnya.

Pria yang berprofesi sebagai penjual jeruk pamelo ini memberitahukan kepada tetangganya. Sehingga banyak tetangganya yang kepo dan melihat tumbuhnya bunga langka berjulukan lain Amorphophallus Titanum. Karmui membiarkan bunga bangkai itu tumbuh di lahannya. Terlebih bunga bangkai cepat layu.

“Kalau dari mitos warga setempat, munculnya bunga bangkai ini pertanda berakhirnya demam isu kemarau. Beberapa bulan ini dilanda kemarau panjang. Sehingga dengan kemunculan bunga bangkai, demam isu hujan diperkirakan akan segera tiba,” katanya.

Read More: cara membuat bunga dari kulit jagung

Tagged