Bisnis

Ternak Ulat Hongkong, Nggak Ada Ruginya di Coba

Mendengar nama ulat pasti dapat terbersit perasaan kuatir dan jijik. Sosok hewan ini lebih dikenal sebagai hewan pengganggu atau hama. Namun ternyata ada type ulat yang miliki potensi jual tinggi, yaitu Ulat Hongkong. Ulat ini miliki banyak fungsi lebih-lebih sebagai pakan hewan peliharaan.

Ulat Hongkong mempunyai siklus hidup yang terdiri berasal dari empat tahap yaitu fase telur, larva, pupa, dan serangga dewasa. Ulat Hongkong ini miliki kadar protein kasar yang tinggi, yaitu 48%, lemak kasar 40%, kadar abu 3%, kadar ekstrak nono nitrogen 8%, dan kadar air sebanyak 57%. Sehingga penggunaan ulat ini pun terbilang terlalu baik sebagai pakan hewan. Burung yang mengkonsumsi Ulat Hongkong ini condong mampu mengeluarkan bunyi atau kicauan yang bagus, ikan pun condong mempunyai daya tahan tubuh yang relatif baik dan juga miliki keindahan warna yang bagus. jual ulat hongkong

Pada dasarnya budidaya Ulat Hongkong ini tidaklah rumit. Hal-hal yang kudu diperhatikan dalam budidaya Ulat Hongkong ini pada lain:

Media Pemeliharaan.

Dalam budidaya Ulat Hongkong ini, pembudidaya kudu media pemeliharaan berupa kotak kayu yang terbuat berasal dari kayu type mahoni dan tripleks yaitu ukuran 40x60x6 cm dan 80x60x6 cm bersama dengan ketebalan 1,5 cm. Kotak kayu selanjutnya dialasi bersama dengan polar (sejenis bekatul gandum) lantas di dalamnya ditaruh indukan Ulat Hongkong yang terhitung disebut kepik. Kurang lebih seminggu, serangga ini dapat bertelur lantas menetas dan beralih jadi larva Ulat Hongkong. Siklus hidup Ulat Hongkong ini terdiri berasal dari empat tahap yaitu fase telur, larva, pupa, dan serangga dewasa.

Perkawinan Indukan.

Indukan kepik dipilih yang sudah berumur 70-80 hari. Perkawinan indukan dilakukan dalam kotak kayu ukuran 80x60x6 cm. Pada kotak tersebut, umumnya diisi indukan sebanyak 1000 ekor. Setelah 7 hari, barulah telur kepik selanjutnya dipindahkan. Kotak kayu ukuran 40x60x6 cm berguna sebagai wadah untuk menetaskan telur. Pemindahan kepik dan telur selanjutnya gunakan penyaring berupa ayakan yang ditaruh pada segi alas kotak kayu.

Telur ulat yang menetas itu dibesarkan sampai ukuran 2 cm (siap panen) memerlukan waktu lebih kurang 70 hari. Dari 1 kotak mampu dipanen Ulat Hongkong ukuran 2 cm lebih kurang 3 kali berasal dari berat semula, andaikan 1 kotak memuat ulat berat 4 kg, waktu panen beratnya mampu sampai 12 kg. Selain pelihara ulat berasal dari hasil perkawinan indukan kepik, terhitung mampu pelihara ulat berasal dari usia 2-3 hari yang lantas dibesarkan sampai ukuran 2 cm atau siap jual.

Pemeliharaan.

Suhu optimal untuk mendukung kehidupan Ulat Hongkong ini berkisar 20-27 ºC. Menurut Rumpoko dalam kondisi suhu selanjutnya maka Ulat Hongkong mampu bertelur sampai 20 kali. Jika dipelihara di suhu 30 ºC ke atas jaman mengolah ulat selanjutnya hanya sampai 6-7 kali bertelur.

Untuk makanannya, mampu bersama dengan beri tambahan polar bersama dengan kadar ¾ kg per 1.000 ekor per hari. Selain itu mampu terhitung diberikan pepaya pada waktu ulat berumur 1 minggu. Pemilihan pakan pepaya muda ini tak hanya dikarenakan tidak mahal dan enteng terhitung dikarenakan kadar air dalam pepaya muda terhitung memadai untuk memenuhi kebutuhan sepanjang jaman perkembangan ulat sampai siap dipanen. Pepaya selanjutnya sebelumnya diiris tidak tebal gunakan mesin perajang sampai menghasilkan irisan pepaya berukuran 1-2 cm.

Kunci berasal dari budidaya Ulat Hongkong ini adalah ketelatenan dalam melakukan pemeliharaan. Jika tidak teliti sering kadang ada hama ulat type lain turut menumpang hidup pada media pakan, tapi ulat kecil ini berupa kanibal dan memakan ulat-Ulat Hongkong yang lain supaya mengolah menurun. Untuk mengatasinya di media pemeliharaan terhitung dicampur bersama dengan kotoran ulat yang sengaja dibiarkan berada dalam kotak kayu pemeliharaan. Kotoran Ulat Hongkong itu bertindak sebagai pelindung berasal dari serangan ulat kecil.

Ulat Hongkong yang dapat dijadikan sebagai pakan ikan hias tidak boleh dikonsumsi dalam kondisi hidup. Caranya, ulat kudu dicelupkan ke dalam air hangat lebih-lebih dahulu supaya mati. Selain itu Ulat Hongkong tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan dikarenakan zat kitin dalam ulat mampu memicu gangguan pencernaan dan gangguan kulit pada hewan yang mengkonsumsinya,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *