Bisnis

Lobster Mutiara Bisa Jadi Bisnis Potensial

Hasil gambar untuk manfaat lobster mutiara

Lobster mutiara merupakan lobster komersial yang punyai nilai jual yang cukup mahal dibandingkan beberapa lobster lainnya. Lobster ini punyai ciri fisik yaitu punggung atau badan abdomen berwarna hijau bersama dengan kombinasi belang-belang kuning. Perkembangan udang karang atau lobster bersama dengan melihat prospek pasar yang amat besar dan merupakan komoditas bersama dengan takaran gizi yang amat baik, Ditjen Perikanan Budidaya sudah mengupayakan melaksanakan pengembangan budidaya lobster berkelanjutan. Salah satunya adalah Proyek Spiny Lobster Aquaculture Development In Eastern Indonesia, Vietnam plus Australia yang terjadi hingga bersama dengan th. 2013. Tujuan dari proyek ini adalah untuk menaikkan produksi yang terus-menerus dari budidaya spiny lobster tropis (Panulirus ornatus dan Panulirus homarus) di Indonesia untuk memenuhi permintaan international yang besar, terutama dari China.

Lobster mutiara merupakan lobster komersial yang punyai nilai jual yang cukup mahal dibandingkan beberapa lobster lainnya. Lobster laut amat banyak variasi jenisnya dan mempunyai spesifikasi perkembangan dan tabiat hidup berbeda. Salah satu style lobster yang potensial adalah lobster mutiara (Panulirus ornatus), hidup di perairan Indo-Pasifik, daerah lintang rendah (Phillips et al., 1980). Jenis lobster berikut pertumbuhannya paling tinggi terkecuali dibandingkan bersama dengan lobster tropis lainnya seperi P. versicolor, P. homarus dan P. polyphagus (Vijayakumaran dan Radhakrishnan, 1997). Siklus hidup lobster terdiri dari 5 fase yaitu jadi dari dewasa yang produksi sperma atau telur, menetas jadi filosoma (larva), lantas beralih jadi puerulus (post larva), tumbuh jadi juvenil dan dewasa (Phillips et el. 1980).
Lobster punyai karakter nokturnal yaitu karakter binatang yang aktif mencari makan pada malam hari. Pada siang hari lobster lebih puas membenamkan diri didalam lumpur atau melekat pada suatu benda yang terbenam didalam air. Sifat lobster yang mesti diperhatikan didalam pemeliharaan atau budidaya lobster adalah kanibalisme. Individu lobster yang lebih kuat dapat memangsa individu yang lebih lemah atau lebih kecil ukurannya terkecuali suasana pakan berkurang. Lobster yang didalam suasana moulting umumnya amat lemah dan mudah jadi sasaran pemangsaan oleh lobster lainnya. Padat penebaran benih amat perihal pada ukuran benih yang ditebar. Benih ukuran 5 – 30 gram dapat ditebar bersama dengan kepadatan 40 – 60 ekor/m2 luas dasar jaring, ukuran 30 – 50 gram padat penebaran 20 – 30 ekor/m2 dan ukuran di atas 50 gram padat penebaran 15 – 17 ekor/m2.

Gambar terkait

Lobster berkembang biak bersama dengan langkah bertelur. Lobster betina sudah matang telur pada ukuran panjang total 16 cm. Sementara itu, udang jantan yang sudah matang gonad berukuran lebih panjang, yaitu lebih kurang 20 cm. Lobster betina yang tengah bertelur memelihara telurnya bersama dengan langkah tempatkan atau menempelkan butir-butir telurnya di anggota bawah abdomen hingga telur berikut dibuahi dan menetas jadi larva udang. Menjelang akhir periode pengeluaran telur dan sehabis dibuahi, lobster dapat bergerak menjauhkan pantai dan menuju ke perairan karang yang lebih didalam untuk penetasan. Nontji (1993) menunjukkan bahwa, kuantitas telur yang dihasilkan tiap tiap ekor betina lobster dapat raih lebih dari 400.000 butir. Sedangkan menurut Subani (1984) didalam Utami (1999), seekor lobster betina dapat menghasilkan 275.000 butir telur pada tiap tiap musim pemijahan.
Udang karang (lobster) mempunyai daur hidup yang kompleks. Telur yang sudah dibuahi menetas jadi larva bersama dengan beberapa tingkatan (stadium). Secara lazim dikenal ada tiga tahapan stadia larva, yaitu “naupliosoma”, ”filosoma”, dan “puerulus”. Perubahan dari stadia satu ke stadia selanjutnya tetap terjadi pergantian kulit yang diikuti perubahan-perubahan wujud (metamorphose) yang terlihat bersama dengan ada modifikasi-modifikasi terutama pada alat geraknya. Lama hidup sebagai stadia larva untuk lobster berbeda-beda untuk tiap tiap jenisnya. Lobster yang hidup di perairan tropis, prosesnya lebih cepat dibanding bersama dengan yang hidup di daerah sub-tropis. Waktu yang dibutuhkan untuk raih stadia dewasa untuk lobster torpis pada 3 hingga 7 bulan (Subani, 1984 didalam Utami, 1999).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *