Bisnis

Bibit Kakao Paling Murah dan Terjamin Area Surabaya

Halo berjumpa kembali dengan admin , pada kali ini admin akan berbagi informasi yang menarik tentang bibit kakao. Kamu juga menjual bibitnya dengan harga murah.

Cara budidaya pohon kakao

Tahap persiapan lahan

Sebelum melakukan pembudidayaan apapun pastinya langkah pertama adalah mempersiapkan lahan. Lahan yang akan digunakan untuk budidaya pohon kakao sebaiknya dilakukan pengukuran dahulu sampai pembersihan gulma. Kemudian lahan juga dibersihkan dari semak belukar dan kayu – kayu kecil.

Tahap penanaman pohon pelindung

Setelah lahan sudah siap langkah selanjutnya adalah penanaman pohon pelindung atau pohon peneduh. Untuk budidaya pohon kakao pohon pelindung yang sering digunakan adalah pohon Maghonia Macrophylla dan Ceiba Petranda (pohon pelindung sementara). Pohon pelindung kakao ini ada yang bersifat sementara dan ada yang bersifat tetap. Untuk pohon pelindung sementara ini digunakan pada pohon kakao yang mulai menghasilkan buah. Untuk pohon pelindung tetap karena digunakan sepanjang pohon kakao itu hidup sebaiknya disesuaikan dengan kualitas dan ketahanannya untuk melindungi pohon kakao. Pohon pelindung sebaiknya ditanam 12 – 18 bulan sebelum proses penanaman pohon kakao dimulai.

Bibit kakao milik supplier kami terjamin aman dan sehat sampai ke tangan pembeli jadi jangan khawatir untuk memesannya.

Penentuan jarak tanam pohon kakao

Setelah pohon pelindung sudah siap tahap selanjutnya adalah penentuan jarak tanam per pohon kakao. Jarak yang ideal setidaknya sesuai dengan perkembangan pohon kakao dan perkembangan akar pohon kakao. Berikut adalah tabel jarak tanam dan jumlah pohon kakao per hektar :

Jarak tanam (m x m) Jumlah pohon kakao per hektar
2,4 x 2,4 1.680
3 x 3 1.100
4 x 4 625
5 x 5 400
3,96 x 1,83 1.380
2,5 x 3 1.333
4 x 2 1.250
3 x 2 1.250

Pembuatan lubang tanam untuk pohon kakao

Setelah tahap penentuan jarak tanam selesai selanjutnya tinggal membuat lubang tanam untuk pohon kakao. Ukuran lubang tanam yang sering digunakan untuk pohon kakao adalah 40 x 40 x 40 cm atau 50 x 50 x 50 cm atau 60 x 60 x 60 cm. Alangkah baiknya lubang tanam dibuat 2 – 3 minggu sebelum penanaman bibit pohon kakao dilakukan. Setelah lubang tanam dibuat , biarkan untuk beberapa hari agar terkena air hujan.

Pemberian pupuk pertama pada lubang tanam

Setelah lubang tanam dibiarkan selama beberapa hari, selanjutnya adalah pemberian pupuk pertama. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang atau pupuk kompos kira – kira sebanyak 2- 3 kg per lubang. Sebelum pupuk dimasukkan ke lubang tanam campurkan dahulu dengan tanah dengan perbandingan 1 : 1. Selain pupuk organik , gunakan juga sedikit pupuk anorganik yakni pupuk TSP atau SP 36 sebanyak 5 – 10 gram per lubang tanam. Jika sudah diberi pupuk lubang tanam ini kemudian ditutupi dengan daun – daun kering dan biarkan lagi selama 2 minggu.

Tahap penanaman bibit pohon kakao

Bila proses pemberian pupuk pertama sudah selesai maka langkah selanjutnya adalah proses penanamannya. Bibit kakao yang mulai ditanam biasanya berusia rata – rata 4 – 6 bulan. Setelah bibit kakao ditanam sebaiknya timbun menggunakan tanah agak tinggi terhadap batang bibit nya agar sewaktu hujan bibit tidak tergenang oleh air hujan yang menyebabkan akar bibit menjadi busuk.

Bibit kakao yang baru ditanam hendaknya diberi sebuah naungan sementara seperti dengan menancapkan daun kelapa, daun pinang, atau daun sawit. Hal ini dilakukan agar bibit kakao terlindung dari paparan sinar matahari yang berlebihan.

Jika Anda tertarik dengan bibit kakao kami, Anda bisa langsung menghubungi contact person kami yang tertera di website utama kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *